Friday, October 29, 2004

KEBANGKITAN RUH : IMAN, KEMULIAAN DAN HARAPAN [2]

KEBANGKITAN RUH : IMAN, KEMULIAAN DAN HARAPAN [2]
Tiga Kunci .....

Sesungguhnya, Rasulullah telah menanamkan tiga hal pada diri sahabat untuk membangkitkan motivasi mereka, yakni :

>> Pertama <<
Rasulullah menanamkan dalam hati mereka bahwa risalah yang dibawanya adalah al-haq, sedangkan selain itu adalah al-bathil. Risalah beliau adalah sebaik-baik risalah, manhaj beliau adalah manhaj yang utama, dan syariat yang beliau bawa adalah sistem perundang-undangan yang paling sempurna, yang dengannya akan terwujud kebahagiaan manusia dunia-akhirat. Disamping itu beliau juga membacakan sebagian ayat-ayat Allah kepada mereka, utnuk menambah keteguhan jiwa dan keterikatan hati mereka.

Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab. (Az-Zukhruf : 43-44)

Maka bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata. (An-Naml : 79)

Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (Al-Jatsiyah : 18)

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (An-Nisa' : 65)

Meraka (para sahabat) pun akhirnya beriman dan yakin dengan ayat-ayat ini serta berusaha untuk senantiasa bertolak dari sana dalam segala urusan.

>> Kedua <<
Rasulullah menanamkan dalam hati para sahabat bahwa selama mereka berada dalam kebenaran dan menjadi pembelanya, maka mereka berasa di atas jalan yang terang. Selain dari yang demikian berarti kegelapan. Selama di tangan mereka tergenggam petunjuk dari langit untuk membimbing manusia, maka konsekuensinya mereka harus menjadi pemandu dan pengarah umat manusia. Mereka harus menjadi pembimbing, pendidik, penunjuk jalan dan penuntun manusia ke arah kebenaran di atas jalan yang lurus.
Al Qur'an Al Karim menegaskan sekaligus menjelaskan kadungan makna ini. Pada sahabat pun mendengan dan menerima penjelsannya secara langsung dari Rasulullah SAW. Allah berfirman :

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (Ali Imran : 110)

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. (Al-Baqarah : 143)

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Al-Hajj : 78)

Mereka pun beriman dan yakin dengan semua yang tercantum dalam ajaran Al Qur'an dan berlomba-lomba untuk mengamalkannya.

>> Ketiga <<
Rasulullah menanamkan dalam hati pada sahabat bahwa selama mereka yakin dengan kebenaran dan merasa bangga berpegang padanya, maka selama itu pula Allah beserta mereka dan akan menolong mereka. Allah pasti akan memberi petunjuk, mendukung, dan memenangkan mereka disaat tak satu pun manusia mau menolong, membantu dan berjuang bersama mereka. Dia akan senantiasa bersama dimana pun mereka berada. Di saat para tentara bumi tidak ada yang mau bangkit bersama mereka, Allah akan menurunkan bantuan dari tentara langit untuk mereka. Para sahabat kemudian menelaah makna-makna ini, sebagaimana yang terpaparkan secara jelas dalam kitab Allah,

Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-A'raf : 128)

Bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh. (Al-Anbiya : 105)

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (Al-Hajj : 40)

Allah telah menetapkan: "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang" Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Al-Mujadilah : 21)

(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman" (Al-Anfal : 12)

Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (Ar-Ruum : 47)

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Al Qashash : 5)

Dengan berbekal tiga keyakinan tersebut, maka Rasulullah telah berhasil menghidupkan -dengan izin Allah- iman dalam hati dan jiwa kaum muslimin. Beliau kemudian menentukan sasaran-sasaran yang harus mereka capai dalam hidup ini. Para sahabat maju ke medan perjuangan untuk mengemban risalah ini, dengan menghafalnya kuat-kuat di dalam dada, serta mengaplikasiknnya dalam akhlak keseharian dan seluruh aktivitas mereka. Mereka hanya mengharap balasan dari Allah, serta yakin akan pertolongan dan dukungan-Nya. Mereka pada akhirnya bisa menundukkan dunia dan memancangkan di atasnya pilar-pilar kehidupan yang utama. Mereka berhasil menegakkan peradaban besar yang diwarnai oleh akhlak karimah dan kasih sayang terhadap sesama. Segala akibat buruk dalam kehidupan jahiliyah mereka kikis habis dan diganti dengan kebaikan abadi yang bersumber dari Al Qur'an Al Karim. Allah tidaklah menghendaki, kecuali menyempurnakan cahaya-Nya.

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (At-Taubah : 32)

Kepada ketiga keyakinan inilah kami mengajak manusia sebelum segala sesuatu yang lain.

Wahai sekalian manusia !

Demikian lah, sebelum kami berbicara kepada anda tentang shalat dan puasa, tentang peradilan dan hukum, tentang tradisi dan ibadah, serta aturan-aturan muamalah, terlebih dahulu kami akan berbicara tentang hati yang hidup, ruh yang hudup, jiwa yang tanggap, nurani yang terjaga, dan iman yang dalam. Semua itu bisa terwujud dengan ketiga rukun ini :
1. Iman kepada keagungan risalah Islam
2. Bangga dalam memeluk agama Islam, dan
3. Yakin akan datangnya dukungan dan pertolongan Allah

Apakah kalian sudah beriman . . . . ?

Sumber : Risalah Pergerakan - Dakwah Kami di Zaman Baru

0 Comments:

Post a Comment

<< Home