Friday, October 29, 2004

KEBANGKITAN RUH : IMAN, KEMULIAAN DAN HARAPAN [1]

KEBANGKITAN RUH : IMAN, KEMULIAAN DAN HARAPAN [1]
Sesungguhnya, dibalik fenomena-fenomena yang tampak pada setiap aktivitas dakwah, di dalamnya terdapat dinamika dan kekuatan batin yang menggerakkan, mengontrol dan memberinya kekuatan luar biasa sehingga misi dakwah berjalan lancar dan mampu mewujudkan cita-citanya. Mustahil umat ini akan bangkit tanpa adanya motivasi dalam jiwa mereka.

Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum, kecuali mereka mau mengubah diri mereka sendiri. (Ar-Ra 'd : 11)

Oleh karena itu, hal terpenting yang harus mendapat perhatian pertama dalam sebuah kerja dakwah, yang nantinya akan menentukan kemunculan, pertumbuhan, dan penyebarannya dimuka bumi, adalah kebangkitan spiritual ini, sehingga yang pertama kali dicanangkan dalam dakwah ini adalah kebangkitan ruh, hati yang hidup, dan ketajaman intuisi. Oleh karena itu, dakwah ini lebih menekankan pada pemberian motivasi dan pembinaan ruhani di atas operasional yang beraneka ragam bentuknya.

Kami menginginkan terbangunnya jiwa-jiwa yang hidup, kuat dan tangguh. Hati-hati yang segar dan memiliki semangat yang berkobar, jiwa-jiwa optimis yang merindukan terwujudnya nilai-nilai dan tujuan yang lurus, serta mau bekerja keras dalam upaya menuju ke sana. Umat Islam harus berupaya menyatukan jiwa mereka dengan nilai-nilai tersebut, sehingga terbangunlah sebuah akidah yang mentap. Tanpa pemusatan perhatian dan pembatasan sasaran, nasib kebangkitan umat hanya akan seperti lilin kecil ditengah gulita sahara. Nyalanya akan terasas redup, lemah, dan tidak bertenaga. Yang menjadi pertanyaan kemudian, seperti apa pembatasan sasaran itu, dan bagaimana kesudahannya ?

Sesungguhnya, kami berusaha agar dakwah ini senantiasa meniti langkah di atas manhaj dakwah generasi pertama, agar dakwah kontemporer ini menjadi gema dan perpanjangan tangan dari dakwah pertama yang dibawakan oleh Rasulullah SAW sejak seribu empat ratus tahun yang lalu di kota Makkah. Alangkah baiknya jika kita kembali menghayati semangat dakwah yang ada pada masa itu, yang disinari oleh cahaya kenabian dan keagungan wahyu ilahi.

Petunjuk dan cahaya Rabani macam apakah yang sebenarnya diberikan oleh rasul kepada para sahabat, sehingga memunculkan cahaya yang bersinar terang setelah gelap nan gulita? Air kehidupan macam apa pula yang disiramkan oleh beliau ke dalam hati-hati mereka, sehingga mereka bisa selalu bergerak, berkembang, menumbuhkan bunga-bunga, melapisinya dengan dedaunan nurani dan perasaan, serta tumbuh didalamnya kreasi dan kemauan?

(to be continued)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home