Sunday, March 15, 2015

Harapan

Sahabatku,
Lihatlah langit biru tiada bertepi
Tinggi menjulang tanpa restriksi
Dalam lukisan tinta mega menampak laksmi
Bersama hembusan angin yang menghidupi

Tidakkah kau hendak TERBANG bebas di sana
Membumbung dalam gelayut HASRAT di jiwa
Mengawan bersama KEHENDAK dan CITA
Mengudara dengan kepak berjuta ASA

Perhatikan hamparan samudra
Melengkung di batas cakrawala leluasa
Memecah damai dalam gaduh debur bena
Mengusik guyub buih dan gelombang senantiasa

Tidakkah BAHTERA HIDUPmu ingin mengarungi
Berlayar menentang arus dengan penuh BERANI
Mengakrabi riak menghanyutkan dengan BAHA DURI
Mengintimi ombak menghantam dengan TUNGGANG HATI

Saksikan bumi membentang selesa
Membiarkan punggung dijejaki hingga luka
Berjenis langgam laku para puak warga
Tanpa sedak dan cekat nestapa

Tidakkah kakimu hendak menjelajahi
Mencecah dengan KESUNGGUHAN HATI
Menjejak MANTAP membekas BUDI PEKERTI
Memijak dalam kobar SEMANGAT berapi

Sahabatku,
Jangan diam, karena membuatmu terbuai
Jangan bergeming, kan menjadikanmu terlalai
Jangan membatu, kau kan terhempas berkali-kali
TERBANGlah tinggi melesatkan HARAPAN
ARUNGi samudra dengan GIGIH dan KONSISTEN
JEJAKi bumi tuk rengkuh MASYHUR yg menanti di depan

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami niscaya akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan [menuju keridhaan] Kami. Dan sesungguhnya Allah akan bersama dengan orang-orang yang berbuat ihsan.” (QS 29: 69)

Rabbana walakal hamdu mil ussamaawaati wamil ul ardhi wamil umaa syi'ta min syai in ba'du. Ahluts tsanaa i walmajdi, ahaqqu maa qoolal 'abdu wa kulluna laka 'abdun, laa maani'a lima a'thoita, wallaa mu'thia limaa mana'ta, walaa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu.

Opportunity Cost

Opportunity Cost Story, sebuah narasi menggugah ttg meracik jalan sejarahmu
by @Strategi_Bisnis

Opportunity Cost adlh "biaya" yg hilang akibat kita salah mengambil keputusan. Hilangnya kesempatan, dan acap berbiaya mahal.

Contoh ada orang yg suka desain, tapi akhirnya milih jurusan akuntansi akibat "paksaan" ayahnya. Setelah lulus, dia tetap kursus desain.

4 thn kuliah akuntansi yg ia jalani dg ogah2an itu adlh "opportunity cost" yg mahal. Jk ia milih jurusan desain, 4 thn ia sdh ahli disitu.

Contoh lain. Ada si A yg kerja sdh 7 tahun, tp karirnya stuck, gaji stagnan. Temannya yg kerja di perushaan lain sudah jd GM.

7 thn stuck itu adlh "opportunity cost" yg mahal bagi dia. "Biaya kesempatan" yg hilang, sering tanpa disadari.

Contoh lain. Ada orang bisnis, sdh 3 tahun namun jalan ditempat. Penjualan segitu2 saja. Stagnan. Sementara rekannya sdh punya 5 cabang.

3 tahun itu mungkin adlh "opportunity cost" yg cukup mahal. 3 tahun yg berlalu tanpa jejak yg berarti.

Kuliah 4 thn di jurusan yg salah. Kerja 7 thn di tempat yg salah, dan karir stuck. Ini bentuk opportunity cost yg mahal.

Kadang ada yg bilang, yah namanya juga hidup min. Kadang jalannya berliku. Iya sih. Namun tetap saja itu "opportunity lost".

Opportunity cost muncul krn kita keliru mengambil keputusan. DECISION - ini elemen kunci yg suka dilupakan tp amat menentukan nasib hidup.

Reminder. Ada 2 keputusan krusial yg menentukan sejarah hidupmu : 1) pekerjaan apa yg anda pilih dan 2) dgn siapa anda menikah.

Membiarkan 7 thn kerja di tempat yg salah, dan menanggung opportunity cost yg amat mahal krn kita tdk berani mengambil keputusan.

Kalau saja "7 thn yg sia2" itu anda manfaatkan untk mengasah skill pd bidang yg anda cintais, betapa hebatnya anda sekarang.

Tapi anda tdk melakukan itu. Anda membiarkan terus berada pd tempat yg salah. Stuck. Opportunity lost yg sungguh teramat mahal.

Mungkin kita berkali2 terjebak "opportunity cost" krn kita tdk pernah tahu pasti apa arah hidup (life goals) yg ingin kita tuju.

Kita acap bimbang dan msuk jebakan opportunity cost, krn kita tdk tahu pasti apa visi & sasaran hidup yg ingin kita raih.

Atau mungkin ya tadi itu : kita tidak berani mengambil keputusan, meski sadar sudh terjebak dlm "opportunity lost".

Atau kita mungkn membiarkan kita terjebak dlm opportunity lost krn kita sendiri tdk yakin dg kemampuan diri kita sendiri.

Betapa seringnya kita menyia2kan kekuatan potensial yg ada dlm sekujur raga kita. We are our own enemy.

You are the master of your destiny. You are the captain of your soul.

Sekarang renungkan baik2  hidup kita saat ini : apakah kita sdh on the right track, atau diam2 sudah masuk dlm jebakan opportunity lost?

Dan jika merasa terjebak opportunity lost, apakah kita BERANI mengambil keputusan untk mengubahnya, dan yakin dgn keputusan itu?

Always remember this : you create your own history. You write your own storyline. The End